Naomi dengan penuh semangat datang ke perusahaan Abra setelah mendapatkan panggilan dari Abra. Sepanjang perjalanan menuju perusahaan, ia tak berhenti tersenyum karena kepergiannya ke London telah gagal. Saat memasuki lift, ia langsung menekan tombol lantai di mana Abra berada. Tepat ketika pintu lift akan tertutup, seseorang menahannya dengan tangannya. Naomi sedikit tersentak ketika melihat pemuda yang berani pintu lift yang hampir tertutup. Pemuda itu melempar senyum sedikit ke Naomi yang dibalas Naomi dengan anggukan kepala dan senyum kecil. Melihat bahwa pemuda itu tak menekan angka lantai di lift, Naomi pikir pemuda tersebut juga berencana untuk berhenti di lantai di mana Abra berada. Ketika pintu lift terbuka dan Naomi keluar, pemuda itupun juga keluar. Naomi melangkahkan kakinya

