Dengan tangan yang masih gemetaran, Gadis meletakkan ponselnya tepat ketika pintu kamar mandi terbuka dan ia menatap Abra dengan ekspresi terkejut. Melihat Gadis yang menatapnya kaget itu, Abra tersenyum jahil. "Gue masih pake baju, Dis, tenang." kata Abra. Gadis membuang muka, kepalanya mendadak pening sekarang dan ia tak ingin Abra mengetahui kerisauannya. Abra yang mengerti dengan perubahan sikap Gadis, mendekatinya dan menatapnya baik-baik. "Kenapa?" tanya Abra cemas. "Gue lapar. Terakhir kita makan tuh tadi siang, Bra." kata Gadis berbohong. Ia hanya tak ingin Abra tahu apa yang sedang terjadi padanya. Abra tersenyum melihat Gadis merajuk, lalu ia meraih ponselnya dan meminta layanan makan kamar. *** Abra sudah tertidur dan Gadis tak bisa tidur. Pesan dari Samuel membuatnya risa

