Tiba-tiba Mbak Rahmi masuk ke dalam kamar saat aku sudah tidak lagi perduli dengan ibu-ibu kepo yang berada di ruang tamu. “Kamu jangan keluar ya Luna, Mbak bilang kalau kamu lagi tidur karena kecapean. Mbak masuk ke kamar bilangnya mau ambil handphone buat hubungin Mas Farhan kalau kita udah sampe rumah. Kamu tidur aja sampe mereka udah pada pergi. Mbak kalau mau suruh mereka pulang juga ngak enak,” Mbak Rahmi menaruh Jus dan mengambil ponselnya yang ada di tas. “Mereka tetangga Mbak semua emangnya?” tanyaku dengan santainya sambil main handphone di tempat tidur. “Ssttt, kecilkan suara kamu! Nanti mereka tahu kalau kamu ngak lagi tidur,” ucap Mbak Rahmi setengah berbisik. “Iya, cuma satu yang tetangga dekat. Yang lain udah pada beda blok, ngak tahu kenapa bisa sampe ke sini,” ucap Mba

