Luka Lama

1609 Words

“Udah Dok?” tanya Mbak Rahmi. “Udah kok… ngak perlu menginap. Udah bisa langsung pulang,” jawab Dokternya dengan senyuman. Setelah lukaku di tangani dan mengurus administrasi kami pulang. Mas Farhan masih diam di depan, sedangkan Mbak Rahmi juga ikut diam. Ngak seperti Mbak Rahmi yang tadi, yang terlalu banyak bicara. Tidak ada satupun diantara kami yang memulai obrolan. Kami tiba lagi di apartemen, ku lirik sekitar, siapa tahu di Ferdi ada lagi. Dia kayak hantu, suka muncul tiba-tiba. Saat aku yakin ngak ada si Ferdi, aku membuka pintu mobil dan langsung di kagetkan sama Mas Farhan yang menyodorkan punggungnya. “Ngapain Mas?” tanyaku heran. Mas Farhan tiba-tiba jongkok tanpa aba-aba dan wajahnya masih aja di tekuk lagi. “Ya… gendong kamu lah, buruan naik!” Mas Farhan menolehku di b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD