Part 15

1164 Words

Raka POV " Dok...Dok" Terdengar sayup-sayup seseorang mengedor pintu ruanganku. Beberapa hari ini aku menghabiskan waktu tidur di rumah sakit. Aku bersikeras untuk memberi perhatian full untuk Adri yang notabene adalah anakku. Semakin lama gedoran di pintu semakin keras. Ku angkat kepala ini yang sedikit kaku serta tangan yang kesemutan meompang kepalaku semalaman karena ketiduran di atas meja. Setelah merasa tidak pusing lagi, langsung ku buka pintu ruanganku. " Dok, pasien yang bernama Adri sudah sadar dan dia memanggil bundanya," sahut Zee cepat. Mataku langsung terbuka lebar mendengar Adri sudah siuman. Bersyukur, itulah perasaan hatiku ini. Langsung ku berlari menuju ruangannya. "Bukankah ada yang menjaganya?" tanyaku kepada Zee sambil berjalan cepat dengan langkah besar. Zee s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD