Extra Part 1

1116 Words

Raka POV Sudah 10 bulan pernikahan kami berlangsung, lengkap sudah rasanya hidup yang kujalani. Walau begitu banyak hambatan ketika ku ingin memilikinya. Ternyata buah kesabaranku berakhir dengan indah. Aku telah memilikinya seutuhnya. "Sayang!! Kenapa melamun? Cepat habiskan sarapannya, nanti telat ke rumah sakit." Nia memecahkan lamunanku. Ku lirik dia yang berjalan sangat pelan menghampiriku dan Adri ke meja makan. "Kamu jangan banyak bergerak, lihatlah tubuhmu sudah susah untuk bergerak. Kamu seharusnya diam saja jangan banyak melakukan hal ini dan itu," kataku posesif. "Bukankah dalam keadaan seperti ini sangat di anjurkan untuk begerak," dengusnya membantahku. Dia sangat keras kepala, tapi aku sangat menyayanginya. "Iya bunda, ayah betul !nanti kalau bunda nggak ikutin saran ay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD