Pilihan Sulit

1138 Words

Tiara berpikir dengan mata berkaca-kaca. "Atta, Bisakah kamu usahakan agar ayahmu tidak mengalami pailit tapi juga kamu gak harus bersama Denada?" tanya gadis itu dengan suara bergetar. "Aku maunya begitu, Sayang ... tapi sekarang berpacu dengan waktu. Keluarga itu tidak akan pernah memberikan waktu. Ayahku bahkan sudah kasak kusuk sampai ke Amerika. Hasilnya nihil. Aku gak punya cara lain, Ara ...," lirih Attaya. "Kita nikah saka dulu, sambil aku mencari jalan." "Aku ... tidak ingin disalahkan menjadi penyebab ribuan orang kehilangan pekerjaan," gumam Tiara. "Kalau masalah itu, tidak mungkin, Sayang. Perusahaan pasti diambil alih oleh mereka. Siapa yang tidak tergiur perusahaan yang sudah jalan puluhan tahun dengan akar yang kuat?" Attaya mengecup rambut Tiara. "Sungguh?!" seru Ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD