Bab 67

2507 Words

“Woy, hidup lagi nih orang,” katanya sambil mengangkat alis. “Kemarin gue ngomong tiga kali, lo cuma jawab heeh doang.” Saat ia menaruh tas di meja kerjanya, Rio langsung melongok dari balik monitornya. Pagi itu Bening masuk kantor dengan langkah yang lebih ringan dari biasanya. Masih ada rasa canggung di dadanya, tetapi tidak seperti kemarin. Banyu tadi pagi bersikap lebih tenang. Tidak hangat seperti dulu, tapi jelas tidak sejauh dua hari terakhir. Ia bahkan mau sarapan buatan Bening tanpa debat. Setidaknya itu cukup membuat Bening merasa aman. Bening meringis. “Gue kurang tidur, Rio.” “Kekurangan tidur apa mikirin laki lo.” Bening memutar bola mata. “Gue beneran kurang tidur.” “Tapi lo lebih seger sih hari ini. Lo pake skincare mahal ya semalem?” “Enggak.” “Berarti lagi bahagia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD