Bab 71

2376 Words

“Tidak ada Bu Bening, Pak.” Kalimat itu terus terdengar di kepalanya. Tidak ada. Banyu keluar lagi dari area kantor. Ia masuk ke mobil, menyalakan mesin, lalu memutar arah. Ia menuju beberapa tempat makan yang biasa disinggahi Bening sepulang kerja. Di setiap tempat, ia bertanya hal yang sama. “Melihat perempuan ini? Kerja di kantor media dekat sini?” Penjaga menggeleng, kasir menggeleng, bahkan pengunjung yang ia tanyai hanya mengangkat bahu. “Tidak lihat, Pak.” Setiap jawaban yang sama seolah menutup satu pintu lagi di dalam d**a Banyu. Ia tetap melanjutkan. Mobilnya bergerak pelan di beberapa ruas jalan yang mungkin dilalui Bening. Ketika menemukan trotoar yang cukup lebar dan masih diterangi lampu jalan, ia berhenti. Ia turun, berdiri lama sambil memperhatikan arah keramaian ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD