Caca mengetuk-ngetukkan jarinya di meja kayu yang ada di teras rumah sang mertua. Meja yang biasa digunakan untuk meletakkan ubi kayu, yang baru saja dibawa dari ladang. Agar jika ada warga yang melihat, bisa mampir untuk membelinya. Kini Caca yang duduk di sana, dan menjadikan meja tersebut untuk meletakan sikunya. Ia menopang dagu, menatap lurus ke arah jalan utama, yang tidak jauh dari tempatnya duduk. Caca memperhatikan. Warga yang lewat. Silih berganti. Saling menyapa satu sama lain dan terkadang berhenti sejenak untuk saling berbicara. Saling berbisik untuk menyampaikan berita secara diam-diam. Takut ada yang mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Dalam hati Caca yakin mereka semua tengah membicarakan kasus yang menimpa Reni dan Roland. Sehingga mereka saling berbisik dan m

