"Astaga … astaga … kamu yakin mau pulang besok?" Alena menggelengkan kepalanya. Saat mendengar Caca mengatakan besok ia akan pulang ke desa. Karena khawatir dengan keadaan ayah dan ibu mertuanya. Caca juga mengatakan mereka akan memanen cabai, yang saat ini sudah mulai matang sempurna. "Idih, biasa aja kali, Tan. Nggak usah yang sok heboh segala," cibir Caca. Sambil mengemasi beberapa barang ke dalam sebuah koper yang berukuran cukup besar. Banyak barang yang dimasukkan Caca ke dalam koper berukuran besar tersebut. Terutama pakaian yang tertutup untuk dikenakannya sehari-hari. "Gimana Tante nggak heboh coba, Ca. Di desa itu nggak ada mall, salon, restoran dan banyak hal lagi yang biasa kamu kunjungi di sini, tapi tidak ada di sana. Kamu sanggup?" "Sanggup, dong. Tante aja yang pernah

