Farah berjalan dengan wajah berseri-seri. Ia tak henti-hentinya memainkan liontin yang terpasang di leher jenjangnya. Ia pulang pagi hari ini, karena ia tahu jika ia pulang tengah malam tamu-tamunya kemungkinan masih menunggunya. Farah rasanya ingin mengumumkan ke seluruh dunia betapa bahagia dirinya setelah menjadi Putri semalam dengan Reza.
"Ehem.. darimana lo?" tegur Dio mengejutkan Farah.
"Ish, kaget gw. Ya biasalah menemani tamu."
"Tamu yang mana?"
"Biasanya juga lo gak peduli cowok mana yang tidur sama gua. Tenang gua dapat uang kok. Dan gak lupa soal bagian lo." Farah mengambil beberapa lembar uang merah yang ia dapatkan dari Reza dari dalam dompet. Farah menceritakannya bagaimana berbisnis dengan Dio teman lama Reza. Dio akan mengambil jatah 35% pendapatannya semalaman hitung - hitung untuk membayar kamar, membayar budinya sekaligus.
Reza juga tidak keberatan untuk memberikannya uang, asalkan Farah tetap aman dan masih bisa menemuinya. Reza tidak ingin Farah terluka.
Dio mengambil uang di tangan Farah dengan kasar. Menghitung uang yang diberikian Farah.
"Tamu lo kaya ya pasti?" Tanya Dio sinis.
"Bukan urusan lo kan. Yang penting duitnya kan. Gw malah berharap dia jadi jodoh gw sekalian."
Dio tercenung mendengar perkataan Farah. Apa katanya jodoh? jadi Farah ingin berhenti dari dunia malam ini. Meninggalkan dunia malam ini dan meninggalkan Dio. Padahal selama ini Dio berusaha selalu berada di sisinya.
"Udah ya gua mau istirahat. Nanti malam kan gua mau cari tamu lagi.." Farah meninggalkan Dio yang masih termangu mendengar perkataan Farah.
Di dalam hatinya Dio bukan berharap tentang uang. Dia menyadari cinta di dalam hatinya.
Tuhan tolonglah
Hapus dia dari hatiku
Kini semua percuma
Takkan mungkin terjadi
Kisah cinta yg selalu ku banggakan
Kau hempas semua
Rasa yang tercipta unttukku
Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik
Untuk diirimu
Oh mengapa tak bisa dirimu
Yang mencintaiku
Tulus dan apa adanya
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi ku layak di cinta
Karna ketulusan
Kini biarlah waktu yg jawab semua
Tanya hati ku
Pasto - Tanya Hati
***
Farah menyambut gembira, ketika Reza mengatakan ia akan berpindah ke Jakarta kembali. Farah membayangkan setiap malamnya ia bisa bersama Reza. Merasakan sesungguhnya cinta.
Reza membeli sebuah apartemen di perkotaan untuknya dan Farah tinggal. Reza juga memindahkan anak perusahaannya ke ibu kota. Jika Reza sedang libur, Reza meminta Farah untuk ke apartemennya. Sebenarnya, Reza meminta Farah bahkan untuk tinggal saja bersamanya agar setiap hari Reza tidak perlu menjemput Farah di club. Tapi, Farah bersikeras dia membutuhkan waktu untuk bicara dengann Dio.
Seperti hari ini, Farah datang ke apartemen Reza yang terlihat berantakan. Walau baru saja Reza tempati tapi sudah berantakan. Dengan wajah sedikit tersenyum, Farah merapihkannya. Memunguti barang-barang yang tidak pada tempat semestinya. Farah seperti sudah hafal dengan sifat laki-laki, berantakan. Barang-barangnya bisa melayang kemana saja tidak peduli dengan kerapihan. Reza juga menawarkan Farah untuk adanya pembantu agar Farah tidak perlu membersihkan apartemen. Karena Reza juga hafal bagaimana berantakan dirinya. Farah menolak, hanya apartemen ini si mudah membersihkannya tidak banyak memakan waktu. Jadi, Farah menghandle apartemen ini sendiri. Dalam hati Farah, Farah membayangkan akan ada 2 anak kecil berlari-lari keliling apartemen ini. Merengek kepadanya meminta makan, mainan, dan aneka permintaan yang akan membuatnya sulit menolak. Dan harapan Farah adalah anak-anak itu, anak-anak Farah dan Reza. Membayangkannya saja membuat Farah tersenyum kecil. Gak apa-apa deh seharian Farah hanya membereskan mainan saja tanpa pergi kemana-mana, dambaan keluarga harmonis adalah mimpi terbesar Farah.
Farah mengambil penghisap debu dan membuka celana jeans panjangnya yang membelenggu kaki dan gerakannya. Farah hanya mengenakan kaos ketat dan celana dalam saja. Farah membersihkan karpet berbulu tempat di mana Reza sering merebah-rebahkan tubuhnya bersama Farah saat menonton televisi. Farah menyalakan musik di handphonenya dan memakai headset. Suara Pharel William dan liriknya yang benar-benar memberi dampak Happy membuat Farah semakin bersemangat. Farah menggeser-geser sofa coklat yang ringan.
Tiba - tiba sebuah tangan menutupi mata Farah. Farah melepaskan headsetnya dan meraba tangan tersebut. Farah kenal dengan tangan besar yang menutup matanya dan bulu - bulu di tangan Reza.Senyuman lebar terukir di wajah Farah.
" Reza!" Reza membuka mata Farah dan memeluknya dari belakang.
" Kok kamu tahu si kalau aku?" tanya Reza dengan senyum usilnya.
" Kamu dari mana aja?" tanya Farah manja.
" Aku tadi olahraga dulu di gym." jawab Reza. Farah membersihkan keringat yang ada di kening Reza.
" Pantesan bau keringat tahu." Farah menutup hidungnya berpura-pura kebauan.
" Aku bau keringat, kamu tetap suka kan?" goda Reza.
" Ih apaan si, norak deh." ledek Farah. Hati Farah benar-benar berbunga-bunga dengan semua sikap laki-laki di depannya.
" Kamu udah makan sayang?" tanya Reza menjatuhkan dirinya di sofa.
" Belum. Delivery aja kali ya."
" Hemmm." Jawab Reza sambil memperhatikan Farah yang aktif membersihkan seluruh sudut rumah. Seperti tidak memberi kesempatan untuk debu sedikit pun bertinggal di situ. Farah merasa mata Reza menatapnya lekat.
" Kenapa liatin aku kaya gitu?" tanya Farah.
" Menurut kamu?"
" Karena pakaian aku minim?"
" Kamu kenapa cuma pakai kaos ketat dan celana dalam gitu si? kalau ada orang masuk gak ketahuan gimana?"
"Emang ada yang masuk tiba-tiba kaya kamu gitu?"
" Ya siapa tahu aja ada. Kan lebih baik jaga - jaga daripada kejadian beneran."
"Za, aku aja buat buka pintu apartemen kamu harus masukin nomor kombinasi yang ribet banget. aku aja gak hafal - hafal."
" Nomornya simple kok."
" Menurut kamu, menurut aku susah banget."
" Makanya kamu hapalin."
" Mungkin aku butuh waktu setahun ya untuk menghapalkannya." Reza tertawa terbahak-bahak.
" Lama amat setahun. Kamu emang harus di upgrade deh otaknya." Farah memanyunkan bibirnya kesal karena diledek Rezza.
" Ih ngambeknya lucu amat si." Reza bangun dari duduknya dan mencubit pipi Farah.
" Sakit tahu."
" Aku semakin sayang sama kamu." Reza memeluk Farah. Farah melepaskan alat bersih - bersihnya dan membalas pelukan Reza.
"Iya, aku juga." rasanya ruang itu semakin hangat karena cinta yang melimpah dari Reza untuk Farah.
My love
There's only you in my life
The only thing that's right
My first love
You're every breath I take
You're every step I makeAnd I
I want to share
All my love with you
No one else will do
And your eyes (your eyes, your eyes)
They tell me how much you care
Oh, yes
You'll always be
My endless loveTwo hearts
Two hearts that beat as one
Our lives have just begun
And forever
I'll hold you close in my arms
I can't resist your charmsAnd I
I'd play the fool
For you, I'm sure
You know I don't mind
Mariah Carey - Endless Love