Bab 73

1067 Words

Brak Brak Naufal uring-uringan dengan cara menendangi kasurnya. Ia tidak bisa melakukan apa-apa ketika Ibunya membawa Cahaya untuk tidak bersama. “Aarrgghh..” teriaknya frustasi “MAMA!” teriak Naufal menggelegar satu ruangan “Ini semua karena Papa. Kenapa harus ke luar kota? Kalau saja Papa di rumah Mama tidak akan mencari Cahaya dan memintanya untuk tidur bersama.” “Sialan!” Naufal berulang kali mengumpat karena kesal. Jika Kirana tidak bisa tidur seorang diri, begitupun dengan dirinya. Ia membutuhkan Cahaya untuk menghangatkan tubuhnya dari udara dingin. “Nggak. Cahaya harus kembali!” ujar Naufal Naufal mondar-mandir di samping tempat tidur sembari berpikir caranya agar Cahaya kembali ke kamar. Ia harus bisa membujuk Ibunya. “Apa yang harus aku lakukan?” “Ck, masa bodoh.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD