Bab 38

1048 Words

Switszerland Cahaya melangkahkan kakinya menyusuri sebuah taman yang begitu indah. Bibirnya tidak berhenti tersenyum melihat keindahan yang seolah ia berada di dunia maya. Ternyata benar keindahan yang biasanya ia lihat di ponsel kini ia melihatnya secara langsung. “MasyaAllah, indah sekali ciptaan-Mu, Ya Rabb.” Cahaya mengedarkan pandangannya menatap sekeliling membuatnya ia tidak fokus dengan langkahnya. Dan tiba-tiba…. Brugh “Astagfirullah.” Hap Cahaya memejamkan matanya kuat ketika seseorang menabraknya dengan cukup kencang, bahkan tubuhnya terdorong ke belakang siap untuk jatuh. Namun ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Cahaya tidak merasakan sakit sama sekali. “Ya Allah, apa yang terjadi dengan tubuhku? Kenapa aku nggak merasakan sakit?” batinnya berucap Fyuhh Ca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD