Cahaya berjalan menuju kasir sembari menunduk memeriksa kembali barang belanjaanya. Ia tidak ingin bolak-balik ke super market karena hal itu ia harus memastikan tidak ada yang kurang. Fokus Cahaya teralihkan membuatnya tidak melihat kondisi sekitar. Dan tiba-tiba… Brugh “Astagfirullah.” Tubuh Cahaya terdorong beberapa langkah ke belakang karena ia tidak sengaja menabrang seseorang. Untung saja ia masih sanggup menahan tubuhnya, jika tidak ia sudah terjatuh. Cahaya mendongak menatap seseorang yang baru saja ia tabrak. “Em.. sorry, I didn’t do it on purpose.” “—“ Bukannya menjawab perkataan Cahaya dua laki-laki itu justru menatap lekat ke arahnya membuat Cahaya merasa takut. Apalagi dua laki-laki tersebut berbadan kekar, dan begitu asing di matanya. Ia takut mereka bukan orang bai

