Dua hari berlalu, dua hari pula Shita intensif bicara dengan Marcia. Baik pagi, siang mau pun malam saat dia merasa ada sesuatu yang ingin ditanyakan pada Marcia. Tentu dia akan tanya dulu bisa bicara tidak, karena Marcia juga banyak pasien online-nya. Nanti Marcia bilang sesuai dengan kondisinya, kadang dia jawab nanti 15 menit lagi, kadang dia jawab yaa sebentar lagi aku sedang melakukan apa, sebenta, begitu, lalu nanti Marcia yang akan langsung menghubungi Shita. Benar-benar persahabatan Hendrikus dan Yaz itu sangat hebat sehingga Marcia mau membantu Shita dengan ringan seperti itu. “Aku yakin bekalku sudah siap. Cobalah!” “Karena hanya dengan mencoba kita tahu apakah terapi kita itu berhasil atau tidak. Aku senang kamu sadar bahwa kamu sedang terapi karena dengan kesadaranmu itu a

