“Mencampuri urusan orang lain akan membahayakan dirimu sendiri.”—Aoi Kazawa. Kyoto, 2042 "Ah, saya hampir lupa memperkenalkan diri, saya Dokter Takashima Hori, spesialis bedah saraf dan seorang neurolog di rumah sakit ini." Runa menatap Dokter yang menangani Rei tersebut dengan saksama. Ia baru saja dijelaskan bagaimana kondis terkini Rei. Mata wanita itu masih sembab karena menangis. Namun, ia harus menguatkan diri untuk membersamai Rei sampai lelaki itu terbangun. Runa dan kakaknya, Yuuki beranjak ke luar ruangan. Sesaat, wanita berkemeja kotak-kotak krem itu menoleh ke arah sang dokter yang kembali sibuk dengan tablet dan hasil MRI Rei. Ini harus kusimpan. Sekelebat, Runa membaca pikiran sang dokter. Ia termangu. Namun, Yuuki menyadarkannya dan memberi isyarat untuk ke

