40. Hukuman Maxim

1411 Words

Lampu ruang gawat darurat meredup ketika perawat terakhir keluar. Pintu tertutup, menyisakan Gwen, Don Lorenzo yang masih terhubung selang infus, dan Maxim yang berdiri seperti bayangan gelap di samping ranjang. Hening terasa berat. Mereka sengaja di rawat dalam satu ruangan VVIP yang dipersiapkan oleh Maxim. Maxim akhirnya duduk, satu lutut menekuk di sisi ranjang Gwen. Tangannya yang kasar yang terbiasa menarik pelatuk dan menghancurkan tulang kini hanya berani menyentuh ujung jari Gwen, seolah takut melukainya lagi. “Kau hampir mati!!" katanya pelan, lebih ke dirinya sendiri daripada Gwen. Suaranya rendah, bergetar tipis. “Aku terlambat beberapa menit saja …” Gwen menggeleng lemah. “Tapi kau datang,” balasnya. “Itu cukup!!" Maxim menutup mata sesaat. Rahangnya mengeras, napasnya be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD