44. Ingin Merebutnya

1149 Words

Langit sore berwarna keemasan ketika mobil hitam Romano berhenti di halaman mansion. Gerbang besi terbuka perlahan. Gwen turun lebih dulu. Langkahnya masih hati-hati, tapi ia sudah bisa berjalan sendiri. Tidak lagi bergantung pada kursi roda. Angin menyentuh rambutnya, dan untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, ia menghirup udara luar tanpa bau antiseptik rumah sakit. Maxim berdiri di sisinya, tangannya refleks terulur jika Gwen kehilangan keseimbangan. “Aku tidak akan jatuh,” Gwen berbisik kecil. “Aku tahu,” jawab Maxim. Tapi tangannya tetap siap. Pintu mobil sisi lain terbuka. Don Lorenzo dibantu dua pengawal untuk turun. Wajahnya pucat, langkahnya berat. Ia menolak kursi roda, tapi jelas tubuhnya belum sepenuhnya pulih. “Aku masih bisa berjalan,” gerutunya pelan. Maxi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD