OHM 32

1240 Words

Demian terus melihat ke arah wanita yang terus menatapnya dari meja lain yang cukup jauh dari mejanya. Wanita itu tampak memanggil pelayan dan menunjuk ke arah Demian. Demian menjadi salah tingkah. Tak lama wanita itu pergi dari restoran dan pelayan tadi menghampiri meja Demian. "Permisi." "Ya?" Ralisya dan Demian melihat pelayan itu. "Maaf, ini ada pesan dari salah satu pengunjung kami. Katanya, dia teman Anda, Tuan," ucap pelayan. Demian mengerutkan dahinya. Ralisya tampak bingung karena pelayan itu memberikan selembar kertas kecil. 'Bayarlah pesananku, itu keinginan anakmu. Bukan aku yang makan sebanyak itu.' Demian membulatkan matanya. Dia bergegas bangun dan menarik pelayan itu menjauh dari Ralisya. Ralisya semakin dibuat bingung apalagi ketika Demian memberikan beberapa lemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD