Chapter 14

953 Words

Bab 14 "Lebih cepat, Pak!" teriak Noah yang kini duduk bersama Clara di jok belakang. Melihat darah itu membuat Noah semakin bergidik ngeri. Beberapa kali bahkan Noah mengerutkan wajah dan mendesis. "Cepat, Pak!" teriak Noah sekali lagi. "I-iya, Tuan," jawab Pak Rey tergagap. "Aku baik-baik saja. Sungguh." Clara ikut bicara. "Diam kau!" Hardik Noah membuat Clara menciut diam. "Tapi …" "Diamlah!" Noah masih saja membentak. "Cepat dong, Pak. Masa dari tadi tidak ada rumah sakit!" "Eh!" Mendadak Clara menjerit kecil. "Tidak usah. Kenapa jadi rumah sakit." "Sudah kubilang, kau diam saja!" Suasana di dalam mobil begitu terlihat riweh karena kepanikan dari Noah. Meski mengaku tidak peduli, melihat darah itu sungguh Noah tidak mau sampai terjadi sesuatu pada Clara. Clara yang sebenarn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD