Arsa menatap penyidik yang tak lain adalah Dandi. Tidak tahu alasan dan tujuan sosok itu datang ke rumah Arsa pagi ini. Mereka tidak ada jadwal penyelidikan di kantor. Hanya beberapa waktu yang lalu saja. Hingga hari ini, Arsa sama sekali tidak tahu kabar Prita. Kabar yang berembus, wanita itu sedang diperiksa kesehatan jiwa dan mentalnya. Arsa tidak paham mengapa sampai seperti ini. Bagi Arsa, Prita baik-baik saja. "Apa maksud kamu?" tanya Arsa yang saat ini tidak menggunakan pakaian dinasnya. "Foto inj bisa dikirim ke pengadilan agama. Sebagai bukti adanya KDRT dalam rumah tangga kalian. Kamu tahu? Ini bisa mempercepat proses perceraian kalian. Artinya, istri kamu tidak perlu repot mencari pengacara." Dandi berkata dengan pongah saat ini. Dandi seolah sedang menertawakan jatuhnya hi

