Bu Dibyo tampak puas bisa menghajar lawannya saat ini. Astaga! The power of dendam rupanya. Dendam saat muda dulu. Lucu sekali mereka berdua. "Apa kita saling mengenal?" tanya Ratna membuat Bu Dibyo heran dengan kapasitas otak Ratna yang sejak dulu tidak ada penambahan yang signifikan. "Tanya aku? Atau kau tanya tembok itu?" Bu Dibyo menunjuk ke arah tembok di samping kursi yang didudukinya. "Amel, suami kamu hanya mampu beli perabot seperti ini? Astaga! Kere aja belagu! Sok selingkuh dan dapat dukungan dari si otak udang ini pula. Ga habis pikir aku sama isi otak mereka berdua. Kok bisa, Subianto milih wanita macam dia!" lanjut Bu Dibyo membuat Arsa dan Ratna terkejut. Arusha dan Sashi hanya melihat saja kedua orang tua itu bertengkar mulut. Mereka tidak kenal dengan tamu yang datang s

