Kali ini petugas dari pengadilan agama yang datang ke rumah Amelia. Laki-laki dengan kisaran usia empat puluh tahun itu masih berdiri di depan Amelia. Detak jantung istri Arsa mendadak tidak menentu ketika sosok sang suami mendadak membuka pintu. Petugas itu pun menyunggingkan senyum ramah. "Maaf, dengan Bu Amelia?" tanya petugas dengan nama yang tertera Juniarto itu. "Ya, saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?" Amelia mendadak gusar saat sang suami menatap tajam ke arahnya. Bukan karena takut pada Arsa, hanya rasanya tidak enak jika harus bertengkar di depan orang lain. Arsa sangat sulit mengontrol emosinya ketika marah. Tidak peduli tempat dan di depan siapa ia pasti akan marah ketika hatinya kesal. Petugas itu paham dengan tatapan laki-laki yang ada di depannya itu. "Kami memerluka

