"Lu tau alamatnya ga?" Monik menatap temannya. Mereka berteman sudah cukup lama, jadi Nindi tau kehidupan sahabatnya setelah kehilangan satu-satunya adik yang di sayangnya. Terlebih, setelah kepergian gadis malang itu, Monik di usir orang tuannya karena mereka menganggap Monik tak becus menjaga adiknya. Meskipun pada akhirnya orang tuanya kembali mencarinya setelah bertahun-tahun. Tapi, sakit itu masih membekas di hati Monik. "Nggak." Nindi menghela napas panjang. "Tadi kan gue ketemu di mall." Wajah sedih Monik membuat Nindi menyesal tak mengikuti Vero dan Alina pulang. "Terus gimana dong," lirih gadis itu. Mereka diam sejenak, tak ada yang tau di mana alamat rumah salah satunya. "Pak Vero mah kayanya masih tetep di rumah lama." Nindi berpendapat. "Sekarang si Ralin yang gue ga tau

