Sesuai yang dokter katakan beberapa saat lalu, dua pasien dengan kondisi berbeda itu sudah dipindahkan ke ruangannya masing-masing. Nara mengikuti Dino yang sudah ada di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Asep. Kata dokter, Asep hanya mengalami trauma atas hal yang terjadi padanya. Tak ada luka dalam yang ditakutkan. Hanya saja, pria itu mungkin butuh istirahat panjang untuk sadar. Mungkin besok? "Sayang kamu kenapa jadi begini, sih?" Nara menatap sendu pria yang terbaring lemah di sana. Yang diajak bicara hanya tersenyum di balik penutup mulut yang membantunya bernapas. "Ja..jangan na..ng...is." "Udah deh, jangan paksain diri ngomong dulu. Sakit kan pasti?" Nara menangis namun masih bisa memarahi Dino yang bisa-bisanya mencegah wanita itu menangisi keadaannya. Ya, Dino sudah sa

