Yang Azka harapkan adalah,ketika dia bangun tidur,sudah ada pesan masuk yang membawa berita baik untuknya. Sayangnya,bahkan sampai pria itu selesai sarapan pun belum ada tanda-tanda pesan masuk dari pria yang dia percayai membantunya. Meskipun dia berkali-kali mengatakan tak akan menyerah,tapi dia tetaplah manusia biasa,hati kecilnya lelah dalam keadaan ini. Drtt...Drtt... Getar di nakas membuatnya yang tadi malas-malasan dan hampir putus asa, langsung berenergi untuk mengecek pesan masuk. [JLN. Ayu Kemuning,no 7. Nyonya dan putranya tinggal di sana.] Sent from Bram. Senyum Azka melebar sempurna,matanya berbinar dan masalah jantungnya,jangan ditanya lagi bagaimana salah satu bagian penting dalam organ tubuh itu berpacu. "Mau ke mana,Tuan?" Cegah Romi kala Azka hampir saja menab

