Benar saja Alvaro mengurungkan niatnya pulang,pria itu meminta Adi untuk membawakan pakainya ke sana. Berat rasanya bagi Vero meninggalkan Ralina dalam keadaan seperti ini. "Kalian udah pada makan,belum? Kalau belum,aku peseninn makanan ya." "Aku ga laper, Al. Makasi atas tawarannya." tolak Alina dengan sopan. "Nad?" "Ga usah, deh! Gue ga tenang makan sebelum Dokter keluar dari ruangan itu." Alvaro hanya mengangguk mengiyakan pilihan dua bersahabat itu. "Owh iya Al,kamu sendiri ngapain di sini? Ada yang sakit?" Alina menoleh pada pria itu.Q "Mami. Mami kena kanker." "Ya ampun..terus sekarang gimana , Al?!" Belum sempat Alvaro menjawab,derit pintu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya terbuka. Wajah antusias Ralina terpampang nyata,penuh harap dan kecemasan. Vero menggenggam tan

