Bab 48 (Done)

1161 Words

"Selamat sore Tuan Azka," sapa Anna saat keluar dari dapur. "Sore," balas Azka ramah dengan senyumnya yang khas. Nara sontak dibuatnya menoleh ke arah pandang Ana. Ia melihat Azka berdiri di belakangnya. "Mas? Kamu sejak kapan berdiri di situ?" Menatap keheranan. Bukannya menjawab, Azka malah menghampiri mereka. "Anak daddy cantik banget..cup" Satu kecupan mendarat di kening Raysa yang detik selanjutnya sudah berpindah ke pelukan Azka. "Daddy belum mandi, Sayang. Masih bau matahari," ujar Azka lembut. "Laysa cayang Daddy..." "Uhhh... Daddy juga sayang banget sama princess," mengecup kembali pipi gembul Raysa. Gadis tiga tahun itu begitu lucu dengan pipinya yang gembul. "Raysa seneng ga kalau mami Raysa baik begini? Ga marah-marah ke Raysaa seperti biasanya?" Plong! Sindiran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD