Bab 31(done)

1101 Words

Mendengar ucapan putranya,Alina hanya bisa tersenyum pahit bak menelan empedu. ini bukan kali pertama dia merasakan rasa pahit itu,setiap kali putranya membahas tentang ayah,ada rasa bersalah yang menggerogoti hati kecilnya. "Ama? Ama tenapa?" Lamunan yang membuat Alina sempat kehilangan kosakata,seketika langsung buyar ketika tangan mungil milik putranya menyentuh lembut jarinya. "Ama??" "Eh,iya Nak." "Ama baik-baik taja,tan?" terdengar suara penuh khawatir keluar dari bibir Fian. "Mama baik-baik aja,Sayang." "Tapi..." "Shutt... Fian jangan banyak pikiran ya,jangan khawatir sama mama biar Fian cepet sembuh. Fian kan tau kalau mama sedih banget Fian ada di sini." Alina mengusap lembut rambut tebal Fian yang manggut-manggut dibuatnya. Nadia hanya bisa tersenyum melihat interaksi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD