Sesuai yang sudah dijanjikan oleh Devan, pemuda itu ingin menjemput Lintang saat pulang bekerja. Lintang sebenarnya tengah cemas, perasaan itu hadir tatkala mengingat Yuta. Pemuda yang dulunya memiliki pembawaan tenang dan santai kini berubah over protektif terhadap dirinya. Mungkin karena efek empat tahun ditinggalkan sehingga Yuta takut hal itu terulang kembali. "Kenapa aku resah ketika mau pergi dengan lelaki lain sekalipun dia itu adiknya sendiri?" batin Lintang melamun. Ketika jam bekerja berakhir, satu persatu karyawan mulai pulang. "Lintang, kamu dipanggil Bos untuk ke atas," ucap Ronal, Asisten pribadi Yuta yang paling dipercaya. "Iya," jawab Lintang gelagapan. Lintang semakin kalut dan takut, tapi langkah kakinya tetap terus maju menuju lift. Setelah sampai Yuta sudah menya

