Lintang masih merasa terlalu lemas untuk bangun, dia masih belum memakai pakaian dan hanya berbaring menutupi tubuhnya dengan selimut. Lintang ingin sekali segera pergi, tetapi tas yang berisi uang serta ponsel masih berada di tempat karaoke di lemari khusus penyimpanan. Sedangkan dia tidak tahu sedang berada di daerah mana. Gaun yang semalam dipakai juga sudah koyak, Lintang samar-samar ingat percintaan yang begitu panas dengan Yuta semalam. Tiba – tiba saja dadanya bergemuruh, karena baru kali ini tubuhnya disentuh oleh seorang lelaki. Lintang menutupi kepalanya dengan selimut sambil memejamkan mata, mencoba melupakan adegan panas yang seperti kaset DVD terus berputar dalam ingatannya. Kemudian pintu diketuk, terdengar suara mirip perempuan yang sudah berusia tak muda lagi.

