Desty dan Adit sudah muter – muter mencari Lintang. Tapi mereka masih belum menemukan juga. ‘’Des, ini sudah larut malam. Kita mau mencari kemana lagi?’’ keluh Adit. ‘’Pokoknya kalau belum menemukan Lintang kita jangan pulang!’’ kekeh Desty. ‘’Kalau begitu kita makan sebentar ya, tadi aku belum makan apapun di pesta. Besok pasti akupun pasti akan dibunuh Devan karena pergi saat pesta baru dimulai,’’ rengek Adit. ‘’Baiklah, maaf karena aku sudah merepotkanmu,’’ jawab Desty yang memang juga kelaparan, sebab sejak pulang sekolah belum makan. Mereka berdua mampir ke café, semakin melam di sana justru semakin ramai. Saat pelayan datang mereka langsung memesan kue, kopi dan berbagai cemilan lain. ‘’Des, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa Lintang bisa mengenal Kak Yuta?’’ tanya Adit penas

