"Tadashi," Yoon berseru keras dengan nada dipanjang-panjangkan. Tadashi yang sedang berbaring di sofa dengan kedua tangan dijadikan bantal tersentak lantas langsung terbangun. "Oh, kau sudah bangun?" Ia berkata linglung. Dengan tangan terlipat dan pipi menggelembung menunjukkan kemarahan, Yoon menatapnya dengan bersungguh-sungguh. Tadashi nyengir. Ia menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal sambil berujar. "Kau mau sarapan apa?" Mata Yoon menyipit curiga. "Kenapa tumben baik begitu, biasanya kau kan memasakkanku banyak sayuran," namun di akhir kalimat Yoon mulai ragu, nampak tergoda dengan tawaran Tadashi. Tadashi mengusap rambutnya yang berantatkan dan bangkit. "Baiklah, kurasa steak di pagi hari lumayan juga. Walau tidak cocok untuk sarapan, sih," ia berujar seolah tengah bicara

