Chapter 33

1696 Words

Yoon menyesal karena bangun sesiang ini. Mimpi-mimpi itu begitu panjang dan membuatnya lelah. Tapi ia tidak mau lengah. Tinggal sedikit lagi. Ia sudah berada di lorong menuju apartemen Alice. Melupakan seluruh perjalanan penuh cemas yang ia tempuh. Terus menerus memaksakan kakinya yang lelah untuk berlari. "Alice! Alice!" Yoon tak bisa berpura-pura tenang lagi. Tak peduli mungkin orang lain akan mendengar teriakannya. Ia mengetuk pintu Alice dengan keras. Melupakan keberadaan bel pintu di sana. Pintu terbuka dengan kasar. Membuat Yoon melonjak kaget. Tapi yang lebih mengagetkan lagi adalah melihat sosok jangkung yang membuka pintu. Secara keseluruhan wajahnya tampan, ia memiliki tipe wajah bak seorang pangeran yang menyenangkan untuk dilihat. Namun mata hijau itu menatap dingin. Berbeda s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD