|20| Toxic

2135 Words

"Padahal nggak perlu diantar segala. Kalau nanti kamu telat gimana?" kataku seraya memasang sabuk pengaman. "Nggak akan telat. Masih ada waktu sejam-an. Lagipula, sepertinya ada yang ingin kamu tanyakan pada saya." Dahiku berkerut, "Ha? Tanya apa?" "Apa saja yang ingin kamu ketahui." "Ehmm...nggak ada." "Beneran?" Kepalaku terangguk sambil membuka botol air untuk minum. "Ngomong-ngomong, kapan kita mau nge-date bareng?" tanyanya tiba-tiba, tanpa memperhitungkan aku langsung tersedak setelah mendengar pertanyaannya. "Hah!? Nge-date?" Ulangku memastikan. Dia mengangguk. "Kok, mendadak?" "Loh, bukannya waktu saya telepon dari Batam, kamu sudah setuju?" "Oh," aku menggumam pelan. Hampir saja melupakannya. Setelah mengembalikan botol minuman ke dalam tas, aku kembali bertanya, "Mau ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD