Memori Yang Kembali

1684 Words

Vara tampak menangis meraung-raung sambil memukul-mukul dadanya dengan keras. Ia ingin menghilangkan rasa sakit yang terus saja mencabik-cabik hatinya tanpa henti. Sungguh, rasanya Vara sudah tidak tahan lagi dengan rasa nyerinya ini. Beberapa saat kemudian, tepatnya setelah sedikit tenang, perempuan itu memutuskan untuk pergi dari tempat yang membuat dunianya terasa runtuh. Ia pun langsung menyalakan mobilnya dan bersiap untuk pergi setelah membersihkan wajahnya dari sisa-sisa air mata yang membasahi wajahnya. Meskipun dia berusaha membuat air matanya berhenti mengalir, tapi rasanya air matanya seakan tidak mau diajak kompromi. Air matanya masih terus saja keluar dari mata almondnya dan membuat pandangan Vara kabur. Selama perjalanan, perempuan itu masih saja terisak. Ia merasa hidu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD