“Aku nggak ingat!” ucap Vara dengan raut wajah tanpa ekspresi dan langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela kembali. Riga tampak langsung mengerutkan dahinya. Pria itu merasa seperti tidak ada harapan lagi untuk membuat ingatan istrinya kembali, meskipun hanya secuil saja. “Apa kamu yakin?” tanya Riga untuk memastikan. Vara hanya diam sambil menerawang jauh ke samping. Bahkan, ia juga sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya terlihat memutih karena menahan kebecian yang tiba-tiba muncul di hatinya. Kini rasa benci terhadap lelaki yang duduk di sebelahnya semakin membesar dan ingin rasanya meluap ke permukaan. Namun, ia harus bisa menahannya dengan sekuat tenaga. Setibanya di rumah, Riga langsung membersihkan diri di dalam kamar mandi, sedangkan Vara m

