BAB 44

312 Words
Nada menatap kosong gundukan tanah di depannya. Nama lengkap Dion tertulis di nisan itu. Hari ini benar-benar hari yang tidak pernah dia inginkan terjadi. Hari yang tidak pernah mau dialami orang-orangn kehilangan seseorang yang kita sayang selamanya. Kehilangan akibat kematian. Sandra memeluk Nada yang sudah tidak bisa menangis. Sedihnya sudah terlampau dalam hingga rasanya air mata enggan keluar lagi. Dibalik kacamata hitamnya, terlihat jelas bahwa matanya membengkak akibat sudah menangis beberapa jam. Nino tampak tegar bahkan dia tadi membantu orang-orang pengurus kubur untuk menurunkan jenazah Papanya ke dalam tanah. Bahkan Hyunjin dam Jaehyun turut membantu dan tidak peduli jika baju mereka kotor terkena tanah. Rina adalah orang paling tidak kuat sekarang. Beberapa kali dia nyaris pingsan dan sekarang sedang bersandar di bahu Novi, istri kedua Dion lantaran keluarga Nada yang lain masih dalam perjalanan ke sana. Tidak mungkin ada yang baik-baik saja ketika ditinggal seseorang tersayang meninggal dunia. Nada kini masih belum bisa berpikir jernih dan hanyut dalam kesedihan. Dia mengingat betapa lengketnya dia dengan Dion dulu. Bahkan sampai dijuluki teman-temannya sebagai anak papa. Dia hanya sangat merindukan momen-momen itu. "Ayo Na, kita pulang?" Sandra mengajak Nada ketika semua orang di sana sudah pada melangkah meninggalkan area pemakaman. Nada menghela napas panjang, sangat berat rasanya meninggalkan Papanya sendirian di dalam tanah seperti itu. Dia hanya sangat sedih jika Papanya harus sendirian di sana dan menghadapi malaikat-malaikat yang bertugas di dalam kubur. "Ayo Na, bentar lagi mau hujan." Sandra menatap langit yang sudah mulai menggelap seakan runtuh sebentar lagi. Hyunjin dan Jaehyun pun masih menunggu mereka di belakang. Nada lantas berdiri dan akhirnya melangkahkan kaki meninggalkan makam Papanya bersama ketiga temannya itu. "Gue tau lo nggak nafsu makan, tapi lo harus makan Na." Sandra berkata itu pada Nada yang memang belum makan dari tadi pagi sedangkan ini sudah menjelang sore. Nada tidak menjawab dan terus saja berjalan menuju mobil untuk pulang ke rumah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD