Sandra menatap langit-langit kamarnya sambil melamun. Tidak menyangka jika tiba-tiba saja Lucas mengikrarkan diri menjadi kekasihnya.
"Jadi gue harus gimana woy?!" teriaknya hingga menggema hampir di selurus isi rumahnya.
Jongin muncul dari balik pintu kamar Sandra. "Kenapa lagi lo?"
Sandra menatap Abangnya dengan wajah pasrahnya. "Gawat, Bang. Gue kayaknya sudah nggak waras lagi deh."
"Baru sadar?"
"Ih!" Sebuah bantal langsung mendarat tepat di depan Jongin, dan lelaki itu sempat menepis dan terselamatkan dengan hantaman bantal terbang itu.
"Ayah! Akhirnya Sandra sadar kalau udah nggak waras!" Jongin berteriak di sana.
"Beneran? Akhirnya ...." Respon Ayah Sandra benar-benar di luar dugaan, bukannya memarahi Jongin, dia malah turut berbahagia.
Sandra lalu membenamkan dirinya dalam selimut, benar-benar malu sekaligus bingung harus bagaimana, campur aduk dan sekarang bisa-bisanya wajah Lucas yang tentu saja tidak jelek itu selalu terbayang-bayang olehnya.
"Pergi nggak lo dari pikiran gue!" teriak Sandra lagi yang sangat kesal jika dirinya selalu terbayang wajah Lucas. "Lo habis baca-bacain gue ya?!" ujarnya lagi yang kemudian uring-uringan di atas ranjangnya.
***
Kurasa 'ku sedang jatuh cinta
Karena rasanya ini berbeda
Oh, apakah ini memang cinta?
Selalu berbeda saat menatapnya (hu)
Mengapa aku begini?
Hilang berani dekat denganmu
Ingin 'ku memilikimu
Tapi aku tak tahu
Bagaimana caranya?
Tolong katakan pada dirinyaLagu ini kutuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Sampai aku mampu
Ucap maukah denganku
Kurasa 'ku sedang jatuh cinta
Karna rasanya ini berbeda
Oh, apakah ini memang cinta?
Selalu berbeda saat menatapnya hu
Di sini aku berdiri
Menanti waktu yang tepat
Hingga akhirnya kumampu
Katakan padamu oh
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini kutuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Sampai aku mampu
Ucap maukah denganku
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini kutuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Mungkinkah dia tahu
Cinta yang kumau oh oh
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini tuliskan untuknya
Namanya selalu kusebut dalam doa
Sampai aku mampu
Ucap maukah denganku
Ho oh maukah kau dengan aku
Bisa-bisanya Sandra mendengarkan voice note yang dikirim oleh Lucas, dia bernyanyi dengan suara merdunya itu.