Membutuhkan waktu tiga puluh menit dengan berlari untuk segera tiba di rumahnya. Larry tidak dapat berbuat banyak. Ia sendiri sama sekali tidak membawa s*****a api agar lolos dari tahap pemeriksaan di pelabuhan Belanda. Dengan kaki pincang dan Amanda dalam gendongannya, semangatnya terus membara untuk menyelamatkan Amanda. Ia tidak tahu bahwa akan sebanyak ini Jepang yang sudah menduduki Hindia Belanda. Akhirnya, mereka tiba di rumah tercinta mereka. Rumah itu tampak kosong, lahannya ditumbuhi oleh rumput liar seakan rumah itu tak berpenghuni. Larry melihat ke sekitar dan memeriksa apakah ada orang Jepang disana. Setelah merasa aman, Larry menurunkan Amanda dan ia berjalan ke rumah. Diketuknya pintu itu perlahan. Tok! Tok! Tok! Nihil. Tak ada jawaban. “Apa Lina sedang tidur, ya?” gum

