Many Shades of Clara

1852 Words

Udara pagi di kediaman Red Venom terasa dingin. Daun-daun berguguran berwarna kecokelatan dipandang oleh Clara dari balik jendela kamarnya. Ia tiba semalam dari penerbangan ke New York menuju London. Sudah beberapa bulan dirinya tidak pernah pulang, karena sibuk dengan jadwal kuliah. Kini ia harus menangguhkan beberapa mata kuliahnya. Pintu kamar Clara terbuka menampilkan seorang pelayan masuk sambil sedikit membungkuk untuk memberi hormat. Clara berbalik, lalu mendekati pelayan tersebut. "Ada apa?" "Nyonya Grace sudah menunggu di kabin." Clara menarik napas sambil menganggukkan kepalanya. "Aku akan segera menyusul." Grace selalu menyukai musim gugur. Jika musim panas telah berganti maka kabin yang biasanya ditutup akan dibuka hingga berakhirnya musim dingin. Ia biasanya akan menghabi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD