Jun Cheol yang melihat hal ini berbahaya membuatnya bergegas berdiri dari posisi duduknya dan tak lama terdengar suara yang familiar, setelah mendengar suara orang itu membuat Jun Cheol kembali duduk dan mereka berempat pun bertegur sapa untuk mencairkan suasana yang sempat tegang karena kedatangan seseorang yang ternyata adalah Barra.
"Ajeng! Jin Young! Jun Cheol! Kalian lagi ngapain? Makan-makan?" tanya Barra lembut.
"Ya ampun Bar! Bikin kaget aja lu ah," sahut Ajeng sebal.
"Kenapa anda pergi sendirian saja Barra? Memang Azka pergi ke mana Barra? Kenapa Azka jarang sekali terlihat bersama anda Barra?" tanya Jin Young bingung.
"Anda jalan kaki? Kenapa tidak ada suara mobil datang," ucap Jun Cheol serius.
"Parah ya gue nanya gak dijawab!! Kaget apaan sih? Gue gak ngapa-ngapain Ajeng! Sebenernya gue gak pergi sendirian Jun Cheol, gue sama supir gue tapi pas jalan balik dari makan malam sama relasi bisnis tadi mobil gue mogok lagi heran gue! Azka dikantor ada problem disana yang gak bisa dia tinggal! Azka emang jarang keliatan sama gue soalnya dia emang gak suka jejeran sama gue gak tau kenapa ... iya gue jalan kaki tadi makanya gak ada suara mobil dateng Jun Cheol, emang kalian lagi apa dah?" tutur Barra bingung.
"Lagi ngobrol lah Bar! Gak keliatan emangnya? Gue kaget sama cara buka pintu lu yang tiba-tiba pas kita bertiga lagi seru ngobrol! Gak ada permisinya lagi lu," ujar Ajeng sebal.
"Oh jadi supir anda nunggu montir di mobil? Udah ke bengkel belum sih anda?! Loh problem apa? Serius banget sampe gak bisa ditinggal Barra? Mungkin bukan maksud Azka gak suka jejeran sama lu tapi Azka mau jaga lu dari jauh kali Bar?" ucap Jin Young serius.
"Pantesan, lagi ngobrol santai aja Barra! Oh iya bodyguard lu yang bilang jagain Ajeng ke mana Barra? Kok saya gak liat-liat lagi ya?" tanya Jun Cheol dingin.
"Ya keliatan sih tapi gue kan lagi basa-basi Ajeng, emang cara buka pintu gue kenapa? Aneh? Ya maap deh namanya juga orang capek jalan jauh ... Iya supir gue di mobil! Udah malah sering banget mobil gue keluar-masuk bengkel sampe montirnya hafal kerusakannya dimana, problem perusahaan katanya data keuangannya hampir 35-40% gak sama makanya Azka lagi bantu cek-cek in kesalahannya ada dimana! Mungkin juga gitu Jin Young, noh si onoh yang lagi nyengir gak mau ada bodyguard katanya!" tutur Barra sebal.
"Oh bilang dong Bar! Ngagetin dodol!! Gak aneh tapi langsung klek buka gitu gak ngomong apa-apa lagi!! Iya sih yaudah deh gue maafin," ujar Ajeng masih sebal.
"Kalo montirnya hafal kenapa kerusakannya bisa sama terus Barra? Ya ampun perusahaan ayah anda lagi dirusak dari dalam sepertinya, saya sih yakin Azka ingin melakukan yang terbaik cuma dengan cara dia sendiri Barra," ucap Jin Young lembut.
"Kenapa anda gak mau ada bodyguard Ajeng? Anda sudah melihat sendiri bahaya itu seperti apa bukan," ujar Jun Cheol datar.
Mendengar ucapan Barra membuat Jun Cheol menatap Ajeng tajam dan saat Ajeng dan Barra ingin menjawab pertanyaan Jun Cheol dan Jin Young, ucapan mereka berdua terhenti karena terdengar suara timpukan batu yang membuat Jun Cheol memeriksanya sendiri keluar cafe.
"Iya gue liat tapi ...," sahut Ajeng terhenti.
"Karena katanya ...," tutur Barra terhenti.
Jun Cheol yang memeriksa keluar cafe malah dibuat bingung karena tak ada satupun orang di depan cafe hanya ada sebongkah batu yang tidak terlalu besar dan ada kertas yang diikat di sana, melihat hal ini membuat Jun Cheol mengambil batu aneh itu dan membawanya ke dalam.
Sesampainya di dalam cafe membuat Jin Young, Ajeng dan Barra menatap Jun Cheol dengan pandangan bingung. Karena mereka bertiga tidak paham dengan batu yang Jun Cheol pegang, Jun Cheol tidak sedang sakit perut bukan? Lalu mengapa ada batu ditangannya.
Karena mereka bertiga penasaran tanpa sadar membuat Ajeng, Jin Young dan Barra tiba-tiba saja heboh dengan pertanyaan mereka mengenai batu aneh itu. Sedangkan Jun Cheol yang mendengar pertanyaan mereka bertiga membuat Jun Cheol menjelaskan apa yang ia lihat tadi, sedangkan Ajeng, Jin Young dan Barra mendengarkan penjelasan Jun Cheol dengan serius.
"Lu pegang apaan itu Jun Cheol? Batu? Lah kenapa bisa lu bawa batu?" tanya Barra bingung.
"Ngapain lu bawa batu sekop? Abis ditimpuk apa gimana sekop?" tanya Ajeng ikut bingung.
"Batu? Anda tidak sedang sakit perut bukan? Are you ok Jun?" tanya Jin Young khawatir.
"Iya emang ini batu ... pas saya keluar gak ada satupun orang cuma ada batu ini sama kertas yang diikat ke batu, saya bawa batu ini karena tadi bunyi timpukkan batu bukan? Siapa tau batu ini yang menyebabkan bunyi timpukkan tadi! Karena saya perlu membaca isi kertas itu Ajeng jadi saya membawa batu ini masuk, bukan saya yang ditimpuk kok tapi sepertinya ada yang memang sengaja melempar batu ini untuk menarik perhatian kita! Saya gak sakit perut Young-ah! Saya baik-baik saja jadi tenanglah," tutur Jun Cheol menjelaskan.
Setelah mendengar penjelasan Jun Cheol membuat Barra, Ajeng dan Jin Young mengangguk-anggukkan kepala mereka mengerti, lalu tak lama Jun Cheol pun membaca kertas yang terikat di batu aneh itu.
~ Kertas Yang di Ikat di Batu ~
Ada yang memperhatikan kalian dari jarak yang tak pernah kalian sangka sebelumnya, mungkin ancaman tak ada artinya dimata kalian! Akan lebih baik bila bukti nyata terpampang jelas bukan atau kalian memang menunggu hal ini? Boleh dicoba! Tidak perlu berhati-hati karena kalian tak pantas untuk menyelesaikan masalah ini.
~ Tertanda Pria Yang Anda Sebut Pria Tua ~
Setelah melihat hal ini membuat Jun Cheol mengerutkan dahinya sejenak, lalu tak lama Ajeng, Jin Young dan Barra penasaran dengan isi kertas yang dibaca Jun Cheol membuat mereka bertiga mempertanyakan apa isi kertas tersebut.
"Isi kertas itu apa sekop? Kok muka lu aneh gitu," tanya Ajeng penasaran.
"Apa tulisannya disana Jun Cheol? Ada ancaman disana?" tanya Barra serius.
"Mereka nulis ancaman apalagi Jun? Jangan bilang mereka cuma mau nakut-nakutin kita biar anda dan saya tidak melanjutkan kasus ini?" tanya Jin Young bingung.
Mendengar pertanyaan ketiga orang yang ada dihadapannya sejenak membuat Jun Cheol diam karena ia tak ingin membuat orang-orang ini khawatir ataupun ketakutan dengan apa yang ia baca tadi, sedangkan ketiga orang yang tak sabaran menunggu jawaban Jun Cheol tak lama membuat mereka mengambil kertas yang ada di genggaman Jun Cheol.
Jun Cheol yang melihat hal ini membuatnya menghela nafasnya lelah, lalu tak lama Jun Cheol memilih menenangkan teman-temannya. Karena yang tertulis disana entah mengapa membuat sudut hati Jun Cheol khawatir, sedangkan mereka bertiga tetap fokus dengan apa yang mereka baca di kertas ini.
"Apa yang tertulis disana bisa terjadi ataupun tak terjadi sama sekali tapi meskipun begitu saya dan Jin Young tak akan membiarkan pelaku ini melepaskan dirinya karena tidak ada hal buruk yang selamanya bisa terus bersembunyi bukan? Jadi tenanglah," ucap Jun Cheol menenangkan.
Ajeng, Jin Young dan Barra yang telah selesai membaca kertas aneh itu membuat mereka ikut diam sejenak hingga membuat Jun Cheol khawatir, lalu tak lama ternyata ucapan Ajeng, Barra dan Jin Young tak seperti yang Jun Cheol pikirkan.
"Ini mah cuma gertakan aja kok sekop, semacam mereka mau buat kita takut bukan apa-apa kok! Lu gak perlu khawatir," ujar Ajeng lembut.
"Ajeng bener Jun Cheol! Ini mah cuma ngasih peringatan aja gak berarti apa yang tertulis di sini itu bakal mereka lakuin, lu gak perlu repot ngurusin ginian kok!" tutur Barra tegas.
"Setuju sama mereka Jun, lagipula apa yang tertulis bisa terjadi ataupun gak sama sekali bukan? Jadi kita ya gak perlu repot mikirin ini gak sih? Tenang aja," ucap Jin Young menenangkan.
Sejenak Jun Cheol diam mematung saat mendengar ucapan tiga orang dihadapannya, sesantai inikah kertas yang tertulis aneh dimatanya? Jun Cheol pikir mereka bertiga akan ketakutan dan khawatir dengan apa yang terjadi, ternyata pikirannya salah besar dan Jun Cheol tak mengerti mengapa bisa seperti ini? Lalu disaat Jun Cheol tenggelam dengan pikirannya sendiri tak lama Barra berpamitan karena hari semakin larut.
"Ajeng! Jin Young! Jun Cheol! Gue balik duluan ya udah makin malem soalnya terus supir gue udah nunggu juga didepan katanya dia bawa mobil yang lain, see you ya!" tutur Barra lembut.
Mendengar ucapan Barra membuat Jin Young dan Ajeng mengangguk-anggukkan kepala mereka berdua mengerti tapi baru beberapa langkah Barra hendak meninggalkan cafe, tak lama ucapan Jun Cheol terdengar memecahkan keheningan.
"Apapun yang kalian pikirkan tentang kertas itu tapi Barra! Tapi anda tetap perlu memerintahkan beberapa bodyguard disekitar cafe Ajeng untuk berjaga-jaga," tutur Jun Cheol tegas.
Belum sempat Barra menjawab ucapan Jun Cheol, tak lama Ajeng sudah menyahutinya dengan nada yang terdengar tidak suka dan marah. Sedangkan Jun Cheol yang merasa feelingnya tak mungkin salah membuatnya tetap dengan pikirannya, walaupun Jun Cheol tau tak ada yang bisa melawan takdir yang belum terjadi saat ini.
"Gue sih gak masalah tapi ...," ujar Barra terhenti.
"Apaan sih sekop! Kok lu ngatur-ngatur apa yang harus ada disekeliling gue! Gue bilang gak ya berarti gak usah ada bodyguard! Lu kenapa sih parnoan banget," omel Ajeng kesal.
"Anda gak inget sama apa yang pernah terjadi?! Mungkin kertas ini hanya ancaman tapi jangan biarkan diri anda lengah oleh hal berbahaya lainnya Ajeng! Para bodyguard itu bertugas demi kebaikan diri anda sendiri! Jadi mengertilah! Jangan membantah!" tutur Jun Cheol tegas.
Ajeng yang tak suka hidupnya diatur-atur siapapun membuatnya menolak ucapan Jun Cheol hingga mereka berdua berdebat cukup hebat, sedangkan Barra dan Jin Young tak bisa melerai mereka berdua yang tetap dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Gue inget sekop tapi belum tentu mereka bakal balik nyerang gak jelas lagikan?! Gue bisa jaga diri gue sendiri sekop!! Lu apaan sih ngatur-ngatur gue! Orang ini hidup gue kok malah lu yang repot banget sih!!" murka Ajeng semakin marah.
"Ajeng tenang! Jun Cheol cuma mau ...," ujar Barra terhenti.
"Belum tentu gak berarti gak akan nyerang lagi Ajeng!! Saya tau anda pasti bisa menjaga diri anda sendiri tapi kita gak tau berapa banyak orang yang akan menyerang?! Saya gak ngatur anda tapi saya hanya tak ingin anda terluka seperti orang yang tak bisa saya lindungi! Saya memikirkan ini pun demi kebaikan anda Ajeng!" tutur Jun Cheol datar.
"Jun! Tenang Jun! Bagaimanapun Ajeng ...," ucap Jin Young terhenti.
"Lu kenapa takut banget sih! Lu harusnya percaya sama gue kalo gue gak selemah yang ada di pikiran lu sekop!! Seberapa banyak orang yang bakal dateng nyerang gue tapi gue percaya lu bakal dateng ngelindungin gue!! Terus kenapa lu gak percaya sama gue!! Gue ya gue sekop! Gue bukan orang dimasa lalu jadi lu gak bisa nyamain kita dan seharusnya lu gak perlu setakut ini karena yang sekarang lu liat itu gue bukan dia!!" murka Ajeng semakin marah.
"Ajeng! Lu harus tenang! Harusnya ...," ujar Barra terhenti.
"Iya saya takut, saya takut sekali jika anda terluka karena saya Ajeng! Pekerjaan saya membuat saya memiliki banyak musuh untuk itu saya tak ingin anda terluka karena diri saya! Saya gak bilang saya gak percaya! Saya percaya anda kuat tapi saya tak ingin membuat anda kehilangan nyawa anda sendiri dan saya jelas akan melindungi anda tapi kita tidak tau kapan musuh datang menyerang bukan? Saya tau anda adalah anda tapi saya tak ingin KEHILANGAN lagi Ajeng! Saya tak ingin membiarkan hal yang pernah terjadi dahulu lalu terulang kembali sekarang, jadi tolong mengertilah! Tolong sekali ini dengarkan ucapan saya," murka Jun Cheol marah.
"Jun ... sudah Jun! Tenang ...," ucap Jin Young terhenti.
"Kalo lu percaya sama gue harusnya lu dengerin mau gue juga sekop!! Lu juga perlu bisa ngertiin orang sebelum di ngertiin orang lain sekop!! Takut? Kehilangan? Lu cuma gak bisa lupain orang dimasa lalu jadi lu bersikap begini ke gue?! Gak guna!" maki Ajeng semakin kesal.
"Ajeng!! Lu harusnya tuh ...," ujar Jin Young terhenti.
Belum sempat Jun Cheol menyahuti ucapan Ajeng, tak lama gadis itu berlari ke lantai atas dan ia memasuki kamarnya dengan menutup pintu dengan cukup keras. Sedangkan Jun Cheol, Jin Young dan Barra menghela nafas saat melihat hal ini, mereka bertiga seketika terdiam disana hingga Barra menenangkan dua orang yang belum mengenal Ajeng dengan cukup baik.
"Ajeng gak maksud marah atau gimana ke lu Jun Cheol, cuma dia emang gak suka di atur-atur ataupun disamain sama orang lain! Bagi dia disamain apalagi di atur-atur itu tuh hal yang paling bikin dia marah makanya gue gak maksa dia buat nerima Bodyguard yang gue suruh tapi gue juga ngerti maksud lu itu demi kebaikan dia karena dia perempuan tapi lu juga perlu liat dari sisi Ajengnya juga Jun Cheol karena lu tau sendirikan cewek tuh lembut," ujar Barra menenangkan.
|Bersambung|