BAB 42

3422 Words

AINNA menyentuh lembut bahu abangnya. Wildan yang dari tadi termenung jelas menunjukkan riak wajah yang terkejut. Wajahnya diangkat untuk melihat orang yang sudah menyapanya sebelum bibirnya mengukirkan senyuman nipis. Tangan kanannya menepuk lembut tempat duduk di sebelahnya, menunjukkan dia mengajak adik perempuannya untuk duduk di sampingnya.            “Mana Raiq?” tanya Wildan yang sedari tadi tidak melihat bayang-bayang anak buahnya itu.            “Balik dengan mama Fikry,” jawab Ainna ringkas. Melihat anggukan dan mendengar keluhan perlahan dari bibir abangnya, Ainna mengukirkan senyuman hambar.            “Angah tak nak balik dulu ke?” Wildan memalingkan wajahnya ke arah Ainna sebelum mengukirkan senyuman nipis.                         “I am fine. Angah tak letih pun,” jawab

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD