Teroris

1526 Words

Panggilan dari Aren muncul tepat ketika Nada menaruh sepatu di rak dekat kamar mandi. Ia menerimanya sembari melangkah menuju kamar dan menghidupkan AC. “Aku udah nyampai rumah nih,” kata anak itu. “Udah mandi juga malahan. Kamu di mana?” “Persis baru masuk rumah. Taksiku agak lemot tadi. Nggak kayak taksimu.” Tadi mereka pulang dengan taksi online berbeda yang dipesankan Nathan, masing-masing sudah full dibayar. Nada masih sempat berbasa-basi dengan mengatakan bahwa taksi yang dipesan lebih baik satu saja. Sayang Nathan benar bahwa taksi akan terpaksa berputar-putar mengelilingi Kota Surakarta, karena rumah Nada dan Aren berlokasi di jurusan yang saling berlawanan. Maka keduanya terpaksa manut saat masing-masing dipanggilkan taksi yang berlainan. Punya Aren datang duluan, yang membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD