Tiga Puluh

1081 Words

Tiga PuluhAvrillia's Cakes & Bread Avriel merapikan kue-kue yang baru saja datang. Walau tangannya aktif menyusun kue, tetapi pikirannya melayang jauh. Benar apa yang Anisa katakan kemarin, ia selalu saja mengabaikan keberadaan Axel jika berada di dekatnya dan sekarang rasa kehilangan itu terasa sangat nyata. Pada saat orang tersebut tidak ada lagi di sampingnya. "Apa yang harus aku lakukan, bagaimana kalau dia tidak mau lagi datang ke sini?" "Siapa tidak mau datang lagi?" Avriel melirik perlahan, apa dia sedang berkhayal? Sampai-sampai suara Axel terdengar begitu nyata dan sangat dekat. "Xe Xel ...." "Lu kenapa?" "Tidak apa-apa." Avriel tersenyum, walaupun hatinya meragu dia akhirnya berdiri dan menghampiri Axel. "Em ... kata Anisa kamu ....” "Gue kerja, makanya gak sempat datang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD