Bab 22.

1676 Words

“Apa ini?” Tanya Kanaka saat Bian meletakkan kotak bekal di atas meja kerjanya. “Kau membawakan aku bekal? Wow, kau sungguh membuat bekal untukku? Sulit di percaya.” Lanjutnya. Kanaka masih tidak percaya bahwa Bian khusus membuat sarapan untuknya. Bian khusus membuat sarapan untuknya. Bian tidak semanis itu, sahabat baiknya itu tidak akan pernah bersedia di repotkan dalam hal sepele. Seperti menyiapkan sarapan ini contohnya. “Nona Kyo yang membuatnya untukmu. Kau tidak ingin memakannya?” Bian menarik kursi, menghempaskan tubuh dengan sedikit kasar. “Kebetulan aku belum sempat sarapan.” Kanaka menikmati sandwich buatan Kyomi tanpa menawarkannya kepada Bian. “Oh iya, terima kasih susah mau menjemputnya.” “Mmm.. bagaimana keadaan Mira? Baik-baik saja kan?” Kanaka mengangguk, Mir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD