Pukul 07.00 WIB Adel masih berdiri di depan lobi Apartemen, hari ini dia kesiangan, mungkin efek dari semalam yag nggak bisa tidur. Dia terus terpikir tentang Alea. Hingga sebuah motor ninja berhenti tepat di depannya, Adel masih juga belum menyadariya. “Del!” Panggil si pengendara, yang tak lain adalah Hengky. Adel masih diem, sibuk dengan pikirannya sendiri. Hengky geleng kepala, kembali memanggil Adel. “Del!” Baru Adel meyadari keberadaan Hengky di depannya. “Eh, i—iya. Ada apa ya …” jawab Adel gugup. Hengky tersenyum. “Kamu kesiangan ‘kan?” “Iya, kenapa?” Adel bingung aja sama pertanyaan Hengky. “Ayo bareng, lagian tempat kerja kita searah kok!” ajak Hengky. Adel memincingkan matanya, ragu sama Henry. “Nggak usah, aku nunggu taxi aja,” ucap Adel. “Del, kamu nggak percay

