Dila yang sejak awal sudah tahu kehadiran Jaka dan Ifan hanya diam. Sengaja ia memberitahukan agar menambah variabel dalam proses penyembuhan Nana. Ia juga sudah mengamati meski Jaka seperti Bos bagi Nana, namun bawah sadar Nana mengenali Jaka dan menerima. Ia sering pernah melihat interaksi Jaka dengan Nana yang tidak biasa. Dila ingin sedikit mengujinya sekali lagi, supaya metodeyang ia ambil ke depan bisa berguna Menurut analisa Dila selama sejak awal bertemu, Nana seolah tidak melakukan penolakan yang sering ia lihat sebelumnya terhadap Jaka. Ada ketenangan namun tetap ada pertahanan diri di sana. "Eh Na, udah hampir jam masuk kantormu. Ayo! Mbak antar sekalian" ujar Dila saat melihat jam dipergelangan tangannya "Oh benar, sebentar Mbak saya mau ke toilet" ucap Nana yang sudah beran

