Sudah seminggu semenjak Jaka membawa Nana menemui serang kenalah dokter sekaligus terapis jiwa teman Raffa dan Ifan, Dila. Beberapa kali Nana sudah sering berbicara dengan Dila, mengobrol sedikit ataupun hanya bertemu sekilas tanpa bicara. Juga Fatma yang sepertinya tidak bisa cepat pulang karena ia sangat dibutuhkan di sana. Bahkan tawaran untuk menjadi tenaga medis tetap masih diajukan. "Maaf ya Na, gak bisa pulang cepet. Mana aku ditawarin lagi" terdengar sura melas Fatma dan meminta maaf Nana hanya tersenyum maklum, sahabatnya itu bahkan sering berucap kata 'maaf' sejak awal Nana mengangkat teleponnya "Iya Fatma, kamu udah ngomng gitu dari tadi loh. Aku gak apa. Ada yang banyak nemenin kok" ujar Nana Dia sekarang tengah berdiri di belakang kantor, taman yang jarang dikunjungi kary

